Surat untuk Ruth

Surat untuk Ruth Ubud Oktober Ruth Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta namun ditakdirkan untuk tidak bersama Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebaha

  • Title: Surat untuk Ruth
  • Author: Bernard Batubara
  • ISBN: 9786020304137
  • Page: 104
  • Format: Paperback
  • Ubud, 6 Oktober 2012Ruth,Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama,bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan.Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth JUbud, 6 Oktober 2012Ruth,Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama,bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan.Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat saat terakhir bersamamu Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu ragu Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.Ironis, Ruth Kamu berkata Aku sayang kamu tepat pada saat kamu harus meninggalkanku Areno

    • Surat untuk Ruth « Bernard Batubara
      104 Bernard Batubara
    • thumbnail Title: Surat untuk Ruth « Bernard Batubara
      Posted by:Bernard Batubara
      Published :2019-04-07T05:26:21+00:00

    About "Bernard Batubara"

    1. Bernard Batubara

      Bernard Batubara Bara is an Indonesian author living in Yogyakarta, Indonesia He was born in Pontianak, West Borneo, Indonesia, on July 9 1989 Raised in a small village called Anjongan, located two hours from Pontianak He moved to Pontianak at the age of 11 and then moved again to Yogyakarta at the age of 17 There he begins his writing career as a poet He wrote poems, stories, and novels His works have been published on newspapers, literary magazines, literary web portals, as well as several anthologies with fellow authors.His books Angsa Angsa Ketapang 2010 , Radio Galau FM 2011 , Kata Hati 2012 , Milana 2013 , Cinta 2013 , Surat untuk Ruth 2014 , Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri 2014 , Jika Aku Milikmu 2015 , Metafora Padma 2016 , Elegi Rinaldo 2016 , Luka Dalam Bara 2017 , Mobil Bekas dan Kisah Kisah dalam Putaran 2017 , dan Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan 2017 Radio Galau FM and Kata Hati are now major motion pictures His books are also available at Google Store.He spoke at Makassar International Writers Festival MIWF 2013, and selected by the UWRF official as one of emerging writer in Ubud Writers Readers Festival UWRF 2013 He also spoke at Asean Literary Festival ALF 2015 and Festival Sastra Banggai FSB 2017.He created a non commercial writing class called KOPDARFIKSI, which the goal is to encourage young and aspiring authors to write and contribute to the literary world He occasionally gives lecture on creative writing in high schools, universities, and communities.Twitter Instagram benzbara_Indonesian Blog bisikanbusukEnglish thewhisperingwords.wordpressE mail benzbara at gmail dot com

    746 thoughts on “Surat untuk Ruth”

    1. Mengharapkan tulisan yang "move on" dari Bara. Mungkin Bara memanfaatkan tren galau yang lagi mewabah sekarang ini, move on dalam artian segi cerita yang baru, pengolahan karakter yang matang karena kalau nggak Bara akan terjebak dalam tema dan gaya yang itu-itu saja. Terus terang saya ngantuk di tengah-tengah, tapi sisi baiknya, saya kagum dengan semangat Bara untuk memaksa diri untuk produktif berkarya semoga ke depannya lebih baik.


    2. Aku memutuskan memberi satu bintang saja untuk buku ini. Katanya, buku ini bagian dari buku Bara sebelumnya, Milana. Entah, apakah kesan menariknya menjadi berkurang karena aku belum membaca Milana. Tapi yang jelas, buku ini tak meninggalkan kesan apa-apa. Tidak ada gregetnya, bahkan dengan gaya bertutur surat (atau solilokui) semacam itu, membuat penuturannya menjadi seperti seorang penulis pemula yang terbata-bata, membosankan. Yang membuat aku heran, buku ini begitu digadang-gadang GPU, ada t [...]


    3. Awalnya, saya tertarik oleh konsep surat-suratan yang diusung Bara. Gaya bahasanya yang ringan, sendu, dan mendayu-dayu bikin nggak kerasa ternyata udah baca sampai berpuluh-puluh halaman. Awalnya, ada setitik rasa penasaran yang membuat saya terus melanjutkan baca. Rasa penasaran berkat karakter Ruth yang misterius membuat saya menduga-duga. Ada bercak bekas darah di buku sketsanya. Sebenarnya dia kenapa? Oke. Sejak bagian pertengahan, saya jadi bosan. Konsep surat-suratan yang awalnya bikin te [...]


    4. Kenapa cuma 2 bintang :Saya mau agak kritis buat buku iniSeperti biasa saya tidak menyukai cerita romance yang terlalu menye-mnenye HMM sebenarnya ceritanya bagus sih, tapi kurang dalem. Konfliknya baru keluar setelah hampir 3/4 buku. Makanya sempet lama banget baca buku ini 3 hari buat buku setipis ini (selain karena job banyak banget). Satu-satunya yang menolong dari buku ini cuma endingnya. Tetapi masih belum bisa membuat saya menangis karena mungkin 3/4 buku ini gak ada isinya. LOLMeskipun s [...]


    5. kehilangan? aku pernah merasakannya, menjalin cinta dengan seorang laki laki selama 4 tahun lalu aku ditinggalkan dan dia sekarang telah menikah dengan perempuan lain, ya Bara telah menceritakan bagaimana seorang Are ditinggalkan oleh Ruth yang benar-benar dicintainya. di buku ini Bara dengan jelas bagaimana rasanya terluka dan kehilangan, good book:)


    6. Judul Buku: Surat Untuk RuthPenulis: Bernard BatubaraPenerbit: Gramedia Pustaka UtamaTebal: 168 halaman; 20 cmTahun Terbit: April 2014Genre: Fiksi DewasaISBN: 978-602-03-0413-7Harga: 45.000,00Surat Untuk Ruth adalah karya ketiga dari Bernard Batubara yang saya baca, setelah Milana dan CINTA. (baca: cinta dengan titik). Dengan tebal 168 halaman, novel ini terhitung cukup tipis, sehingga hanya membutuhkan beberapa jam bagi saya untuk menyelesaikannya.Surat Untuk Ruth adalah prekuel dari Milana, sa [...]


    7. Novel romance (terkadang) memang menjadi pilihan yang paling banyak dimintai oleh pembaca, terutama anak muda seperti saya *oke ini abaikan*. Dan siapa sih yang gak tau Bernard Batubara? He's also a talented writer! Dia juga salah satu penulis favorit saya setelah dia berhasil membuat saya jatuh cinta dengan novel-novelnya terdahulu; Cinta. (baca:cinta dengan titik), Kata Hati, dan lainnya. Sebelum Surat Untuk Ruth ini launching, timeline saya sudah ribut bahas novel ini. Duh, katanya sih kalau [...]


    8. Selesai dalam beberapa jam aja dan sesak dada saya. HiksIni buku kedua dari Bara yang aku baca. Dan dibanding Cinta aku lebih suka Surat untuk Ruth ini.Masih dengan gaya Bara yang agak puitis mendayu-dayu (halah), membaca surat/memoar untuk Ruth ini jauh lebih mudah dicerna dan nggak bikin aku merasa lebay pas bacanya. HihiGaya ceritanya mengalir, rasa sakitnya juga dapet banget. Terutama endingnya. Hiks.Benar kata Bara, kalau baca buku ini kamu harus siap patah hati. T_TWell sebenarnya sih aku [...]


    9. 3,5. hmmm selain dari idea yang unik which is novel ini dikemas jadi semacam surat atau diary dengan kadar taraf kegalauan internasional tokoh utama cowoknya, puitisasi dari Bernard yang emang udah gak usah ditanyain lagi pasti nampol, jalan ceritanya juga gue suka. tapi seperempat akhir cerita buat gue berasa diburu-buru karena tokoh utama cew udah memilih jalannya sendiri, ditambah pencampuran bahasa inggris yang kurang pas. kekurangan dari cerita itu ruth sama area ini baru tiga bulan ya? duh [...]


    10. Sudah beberapa bulan buku ini nangkring di rak buku, di deretan buku-buku pinjaman. Sudah dua minggu terlewat pula buku ini aku pindahkan dari rak jadi ke atas kasur. Biar kalau mau baca-baca tengah malem nggak perlu turun-turun. Alhasil masih saja terbengkalai karena Proposal Skripsi harus didahulukan daripada baca novel yang bisa dilakukan nanti pas libur.Dan, pagi ini hatiku tergerak.Cara bertutur Bara-san tergolong puitis, jika dilihat referensi buku-buku yang aku baca, jarang banget mendapa [...]


    11. Positifnya, Bernard punya tone yang baik. Buku ini sukses kubaca dalam waktu sebentar saat menunggu keberangkatan sebuah pesawat. Gaya tutur Bernard yang santai, lembut, dan penuh perasaan itu memang bisa melenakan.Hanya saja Ben, aku pikir menulis novel bukan sekadar olah bahasa. Memang pilihan yang tepat, karena judulnya pun surat, maka isinya pun adalah sebuah tuturan/tell. Tetap saja, aku merasa kurang dari sisi adegan demi adegan yang kamu tampilkan untuk membuatku percaya pada pernyataan-p [...]


    12. 3.5 stars. Bagus, tapi bukan favorit saya. Mungkin karena cara Are bercerita kali, ya. Membuat saya jadi sedikit banyak kurang simpati sama dia. Are mencintai Ruth, tapi Ruth tidak bisa bersama Are karena ibu Ruth ingin Ruth menikah dengan pacarnya. Dengan ending yang personally buat saya, sangat menyebalkan, akhirnya buku ini berhasil saya selesaikan. Are romantis, bahkan keromantisannya terhadap Ruth bikin saya merinding dan tentu saja, iri. Tapi dalam setiap perkataan Are saya menangkap kesan [...]


    13. Awalnya saya punya ekspektasi bahwa buku ini bakal seperti Milana yang syahdu. Namun ternyata saya salah. Memang tema romance dan kasih tak sampai sudah menjadi tren di Indonesia. Buku ini ternyata kurang syahdu, mungkin karena sekadar mengikuti tren tema novel saat ini.Meskipun demikian, dua jempol untuk penceritaan Bara yang selalu menarik: tak terburu-buru dan mampu mengantarkan pembaca untuk masuk ke dalam jagad cerita. Yang pasti sih, dilihat dari beberapa komen tentang buku ini di halaman [...]


    14. Baru pertama kalinya baca novel karya Bernard. Kesan awal sih biasa aja samo novel ini. Tapi semakin dalem masuk ke cerita, beberapa potongan pertanyaan semakin terungkap dan alhasil aku sangat menyukai novel ini.Ide cerita yang mudah ditebak namun malah menjebak dan tata bahasanya yang mengalir dengan indah. 4 bintang deh untuk novel ini karena aku sangat menyukainya.For more review by me check this out :anisaoktariani/20


    15. Buku ini berbahaya. Beneran.165 halaman isinya full galau semua :)) Secara tema dan konsep, sebenarnya tidak jelek. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang kosong/kurang begitu selesai baca. Mungkin ending-nya yang menurut saya terasa dipaksakan.Satu-satunya yang bikin buku ini menarik, karena somehow, gue pun kadang berpikiran sama seperti yang diceritakan di buku ini.


    16. Ceritanya sebenarnya biasa, tetapi gaya penuturannya yang bikin beda, karena ditulis seperti surat,bahkan mirip diary, sehingga bisa benar-benar merasakan perasaan hati si "aku". Mengingat bahwa si "aku" nya ini adalah seorang cowok, mungkin ini cowok sifatnya sedikit melankolis. Buat yang sering galau, novel ini cocok dijadikan bacaanhihi


    17. Novel yang sangat keren. Are yang tidak percaya akan cinta lagi namun setelah bertemu dengan Ruth, Are telah jatuh cinta yang sangat dalam kepada Ruth. Namun, kebahagiaan yang singkat yang di rasakan Are hanya sementara. karena takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersaturasa sakit kehilangan benar-benar digamparkan dengan baik oleh penulis Bernard Batubara. Noveil Yang Indah :)


    18. karya berlatarbelakangkan pulau bali yang diolah dalam bahasa romantis yang tersendiri susunannya agak kreatif namun beberapa plot berulang dan isi yang meleret-leret serba sedikit melelahkan pembacaan


    19. Yang lagi galau, mending nggak baca ini biar nggak makin galau.I'm afraid that I can't give more comments about it. Sorry.


    20. Wah, peningkatan yang bisa dibilang signifikan sekali jika dibandingkan dengan novel sebelumnya. Semoga di novel-novel selanjutnya kemampuan menulis Bara juga terus meningkat. :)



    21. Bang Bara sukses bikin penasaran untuk lanjutin baca. Di kasih kejutan juga dari bang Bara di dalam buku itu, sesuatu yang berbeda. KEREN BANGET!RECOMMENDED!


    22. Still menye-menye. Tapi tulisannya rapi dan enak dibaca. Ini Bara curhat apa gimana sih? HahahahaBtw, bagian "daftar-daftar" sukses menginspirasi saya. Nice book.


    23. Suka dengan gaya menulisnya Bernard Batubara. Mengalir dan puitis. Tapi entah kenapa menurutku buku ini kurang cocok untuk aku baca saat ini karena dengan jalan cerita seperti ini pun aku tidak merasa sedih, bahagia, atau perasaan lainnya. Detached aja gitu. Jadi meskipun cerita dan gaya menulisnya cukup oke menurutku, tapi aku tidak bisa memberikan buku ini lebih dari 3 bintang.


    24. Sayangnya bagi saya buku ini lumayan membosankan. Latar yang katanya menggunakan Bali, kurang ditemukan bagian mananya cita rasa Bali itu. Alurnya pun kurang menunjukkan gejolak naik-turun dan terkesan datar. Tokohnya lebih seperti pecahan dari sisi kepala Bara, bukan individu yang tunggal memiliki pola pikir sendiri.


    25. Novel yang ditulis dengan gaya seperti surat ini sebenarnya cukup menarik. Saya seperti membaca sebuah diary. Namun sayang, gaya bahasanya monoton, terlalu puitis (ataukah terlalu dibuat-buat). Saya lelah dan bosan di tengah-tengah. Pengembangan alurnya lambat. Konfliknya yang klasik kurang bisa diolah agar lebih greget. Ditambah karakter yang lemah dan dangkal.Mungkin, remaja yang sedang gala bakal memuja buku ini.


    26. Seperti judulnya, cerita ini ditulis dalam bentuk surat. Saya pribadi terkadang merasa bosan dalam membaca buku ini tapi jalan cerita dan pemilihan kata Bara perlu diacungi jempol. Akhir cerita pun sangat mengejutkan.


    27. Overall, it's a good book to share the pain of a broken heart. So, enjoy the pain while you can!Full review on my blog:dateabook/2017



    28. Pengen kasih bintang 4, tapiii agak gimana gitu, ada yang ngeganjel. Persisnya review yang saya kasih di rating 3.7 saja ya.Jadi ingin segera baca Milana, ehmmmm 📖❤


    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *